Harkitnas 2010 dan Moralitas Bangsa yang Terpuruk
0 comments Posted by dewan kerja ranting wonotirto at 18.59Berawal Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), dr Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo, organisasi yang kemudian ikut memberikan inspirasi bagi lahirnya nasionalisme Indonesia. !
Kini, setelah 102 tahun kemudian, agaknya semakin sulit menemukan nasionalisme di bangku-bangku sekolah hingga universitas. Mahalnya biaya pendidikan membuat nasionalisme Jadi bahan ledekan bagi pelajar dan mahasiswa. Semakin asem kemudian bagi pelajar yang bergerombol di atap kereta api atau bis kota tak perduli nyawanya untuk menonton sepakbola. Berkelahi, merusakl fasilitas kota, membawa pentung dan samurai sudah tak lagi sungkan.
Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) telah tiba hari ini. Tepatnya Kamis, 20 Mei 2010, genap 102 tahun sejak 20 Mei 1908 silam. Momentum Harkitnas diperingati tiap tahunnya dengan berbagai cara, khususnya Upacara Bendera. Pada dasarnya momentum ini hanyalah sebagai pengingat sejarah masa lalu. Perayaan begitu ramai, khidmat dan penuh warna. Tetapi, apalah arti jika tidak ada yang dapat dijadikan hikmah dari peringatan dimaksud, melainkan sekedar peringatan.
Labels: blitar, harkitnas, harkitnas 2010